Aku, Hujan, dan Kenangan





Secangkir teh yang hangat ini menjadi teman di sudut hari

Berlabuh seiring rintik hujan yang mulai turun

Aku masih terdiam dan bertahan

Memunguti serpihan mimpi lalu yang kian tenggelam

Memandangi dahan berjatuhan, daun berguguran, serta angin yang berembus perlahan

 

Menjelang senja berganti

Lembutnya suaramu masih saja terdengar oleh dalamnya hati

Tanpa permisi menelusup ke dalam rongga yang tak lekas terobati

Pedih

 

Di ujung waktu

Perlahan aku mencoba menutup hari yang lelah ini

Mengemasi sisa duka dan melangkah sendiri

Tentangmu semua akan abadi

Sampai nanti

Namamu tetap kucoba terangkai hingga esok hari

Kuabadikan di antara aku, hujan, dan kenangan ini

 


-d.i-

Bekasi, 29 Februari 2020

 

Komentar