Aku Pamit


Hari telah senja

Aku masih saja menghitung detik demi detik yang tersisa
Entah, untuk apa
Warna jingga di ujung sana seakan tak berarti lagi
Tak ada ingatan bahwa dulu kita pernah berjalan di bawahnya
Di kepalaku hanya ada satu ingatan, tentangmu
Terima kasih
Kau pernah menganggapku ada
Meski pada akhirnya aku adalah ada untuk ditiadakan

Aku tak pernah lupa keberadaanmu di kepalaku
Tempat dimana aku menyimpan mimpi-mimpiku
Mimpi besar untuk menjatuhkan hatimu dan hidup bersamamu
Tahukah, kau ? aku tak pernah berlari sekencang ini
Tapi kau selalu lebih hebat, kau tak pernah bisa aku gapai
Kekhawatiran yang menghantui di masa lalu kepadamu benar terjadi
Kau terus berlari
Asyik berlari
Dan tak sadar
Aku telah lama berhenti
Aku lelah terjatuh
Letih untuk bangkit berlari
Aku memutuskan untuk mencintai diri sendiri serta Sang Pencipta yang lebih berkuasa atas hati
Tempat yang lebih tepat untuk menyandarkan hati
Akan selalu aku doakan untukmu
Semoga hidupmu selalu indah semoga mimpimu tercapai semoga kelak kau dapatkan orang yang lebih baik dariku
Aku pamit


Din Ikhsanudin, 2019

Komentar