Dalam Diamku




Kau pujaan..
Sempatkanlah kau melihatku meski hanya sebentar
Kau adalah satu sosok yang aku kagumi
Menatapmu diam-diam adalah caraku mengatakan bahwa di dalam dadaku ada satu rasa yang aku pendam
Menatapmu diam-diam adalah caraku agar kau mendengar rangkaian kata yang ada di hati ini
Menatapmu diam-diam adalah caraku agar kau melihat apa yang sedang aku rasakan kepadamu

Dalam diamku,
Kau adalah butiran embun yang membasahi waktu fajar yang menuntunku membawa namamu di akhir sujudku
Menyatu dengan sejuk udara pagi yang menyingsing hari dan menjelaskan bahwa kau lebih bersinar dari mentari
Berjalan merangkai garis tak bertepi yang berlabuh di waktu senjaku
Kau tetap bisa aku lihat meski bersembunyi di indah guratan awan kemerahan
Mungkin saja kau bisa pergi tanpa pamit

Tanpa purnama,
Kau adalah yang paling terang diantara bintang bintang yang tak henti bertasbih memuji kebesaran-Nya
Sinar horizontal yang seakan mendekat memeluk dan memberi kehangatan di keheningan malam

Aku bisa apa ?
Aku bisa apa untuk memilikimu penuh selain meminjam namamu di sepertiga malam untuk aku katakan kepada-Nya bahwa aku mencintamu sangat dalam


Din Ikhsan, ( Bekasi,2019 )


Komentar