Di Ujung Senja Paling Sore Yang Warna Indahnya Kian Meredup Karenamu



Aku masih di sini
Di ujung senja paling sore yang warna indahnya kian meredup karenamu
Meski waktu kini menepis sepi yang panjang kepada langit-langit yang kau anggap katsuri
Aku adalah rahasia pencipta yang paling setia menunggumu melebihi setianya gersang panjang yang menanti turunnya hujan
Bahkan ketika malam menjelma menjadi jeda pada bait-bait kesunyian yang dikelilingi kunang-kunang, aku tak segan bercakap dengan lilin-lilin kecil yang menyala pada perjumpaan
Perbincangan dua tatap mata yang memupuk tajam mengiris waktu yang kian mengikis nyawa dalam tubuhku
Kau hampir saja membunuhku
Kau hampir saja menarik nyawaku
Kau hampir saja menghancur leburkan hela nafas yang tiap embusannya menyebut namamu
Sampai kapankah..
Sampai kapan aku menunggumu, kasih
Tahukah kau rindu ini mulai keropos rapuh dimakan buasnya rayap yang hidup merayap di kokohnya harapanku ?
Harus setegar dan sekeras apakah hati ini menanti pelukan yang mendekap erat lewat sela-sela jantungku yang tak berhenti memompa darah menuju denyut nadimu ?
Sampai harapan ini berakhir dan hancur oleh waktu yang bersemayam di pelupuk matamu,
aku adalah yang paling kokoh berdiri menantimu
Di ujung senja paling sore yang warna indahnya kian meredup karenamu



- d.i -
(2018)

Komentar