Jika
hari dapat berbicara, aku ingin mengajaknya berdialog dan saling bertukar
pikiran tentang arti sebuah tanya di dalam kehidupan. Mungkin semesta akan
saling menyimak percakapannya. Jika lelah, ia menyimpulkan warnanya yang
berawal terang lalu menjadi gelap. Setelahnya, aku memahami jika ia punya cara
lain ketika menyudahi dan usai.
Aku beranjak, berjalan sendiri di bawah terik kesunyian. Tahukah, kau ? jika angin memilki sebuah rasa rindu. Iya, rindu. Aku mengamatinya ketika berpapasan dengannya di sebuah persimpangan. Angin juga memiliki sebuah hati yang ia hias dengan balutan doa. Lalu di ujung harapan, angin juga meletakan rasa cemburu sesuka ia. Tak ada sedikitpun rasa yang besar melebihi kekuatannya yang berkelak-kelok berembus melewati awan yang tak bisa dilihat
Jika
pagi telah sampai, aku melihatnya berdiri tegak di tepi pantai. Memandangi
deretan angka di atas ombak. Tak ada siapa-siapa kecuali ia, langit, awan,
pasir, tumbuhan, buih, dahan, sinar matahari, dan satu lagi yang tak lain adalah
senyumannya.
Februari 2020
-d.i-

Komentar
Posting Komentar