Pada sebuah jalan kita berpapasan tanpa sengaja. Tak lain atas senyumannya, kini ia tampak lebih putih dan berisi beda
dari sebelumnya. Suaranya seperti biasa antara hening dan larut tak bisa
terdengar.
Tepat sebelumya, ia menjadi separuh bayangan yang
terbayangkan di benak lalu seketika muncul di hadapan hingga ingatan ini kembali
mengulas warna-warna doa pada dahulu kala yang tak Ia kabulkan.
Aku sengaja melangkah perlahan berharap menemukan
sebuah ketegaran yang bisa menemani di depan.
Tanpa kubaca tentang kabarmu aku mengerti kau
baik-baik saja. Hanya saja sisa kenangan masa lalu itu masih membuat tak
mengerti apakah kita sama-sama memahami semua sebagai pelajaran atau pelarian.
Kini hari terus berganti dan waktu terus berlalu.
Jika tak ada lagi jeda tatapan di waktu lain, kau bisa membaca dan mengulangi
bait-bait yang pernah kutulis untuk hari ulang tahunmu waktu itu.
Setidaknya tangan ini pernah membuatmu bahagia, bahu
ini pernah membuatmu merasa, seiring hati ini tengah berusaha menghapus lara.
Februari 2020
- d.i -

Komentar
Posting Komentar