Setangkai Rindu yang Aku Letakan di Kedua Matamu


Ketika ada kata yang tak mampu aku ucapkan, ada batas di mana suaramu aku tulis pada kanvas dengan warna-warna kedewasaanmu

Kali ini sungguh aku rindu tatapanmu yang menyejukan juga senyumanmu yang menghanyutkan

Tak terasa kini waktu terus berputar

Dulu,aku pernah menyimpanmu di kota hujan

Tempat di mana aku takut ketika kau kedinginan

Menghirup petrikor yang sesakan dada hingga menembus batin

Rintik-rintik rindu yang berceceran menggenang di jalan kenangan

Membuat licin dan hampir saja kau jatuh dalam pelukan

 

Tepat malam ini, kau menyala sebagai nama yang aku rindukan

Nama yang pernah singgah di keheningan malam untuk aku diskusikan dengan Tuhan

Nama yang selalu melebur dengan doa-doa di akhir sujudku

Kau sedang apa malam ini ?

Apakah kau mendengar suara dari pena yang aku pegang ini ?

Berbicara tentangmu

Tentang pagimu yang sering kau isi dengan cerita bahwa aku hadir di mimpimu

Tentang soremu yang sering kau isi dengan cerita bahwa kau suka bunga

Tentang malammu yang sering kau isi dengan suaraku sebelum tidurmu


Aku masih menyimpan satu kotak penghapus dosa yang aku gunakan ketika aku merindukanmu

Ini adalah kotak terakhir

Aku hanya ingin menemuimu

Mengambil setangkai rindu yang aku letakan di matamu


- d.i -

September 2019

 

 

Komentar